Cerita Seks Kunikmati Tubuh Cindi Teman KKN Ku

Diposting pada
Cerita Seks Kunikmati Tubuh Cindi Teman KKN Ku-Cerita ini terjadi sewaktu aku Kuliah Kerja Nyata tiga tahun yang lalu di sebuah daerah tidak jauh dari Surabaya. Suatu sore, teman-teman sepondokan pergi ke desa seberang. Menurut mereka, ada proyek kelompok. Jadi, hanya aku yang ditinggal di pondokan. Hujan deras membuat aku malas keluar pondokan. Setelah mengunci pintu depan, aku masuk ke kamar. Ketimbang menganggur, aku iseng mengutak-utik komputer milik teman sepondokanku, Ridwan.

Cerita Seks Kunikmati Tubuh Cindi Teman KKN Ku

Cerita Seks Cindi Teman KKN Ku-Klik sana, klik sini, Aku coba membuka folder yang ternyata isinya gambar-gambar cewek telanjang. Terus klik sini, klik sana lagi hingga aku temukan file video (movie) yang isinya adegan-adegan ‘merangsang’. Ya sudah aku nikmati adegan tersebut sendiri. Agar lebih puas dan aman, aku memakai earphone kemudian aku keraskan volumenya agar hanya aku sendiri yang mendengar. Lama-lama aku merasa tidak tahan juga, aku ingin onani. Hujan di luar sepertinya semakin deras, udara pun semakin dingin terasa. Pintu kamar kututup, lalu aku duduk lagi di depan komputer. Risleting celana aku buka, kemudian aku keluarkan senjataku yang sudah mulai menegang kaku.
Di monitor, aku melihat si cantik Asia Carrera sedang terengah-engah disetubuhi oleh seorang cowok gondrong. Tanganku turun naik mengelus-ngelus senjataku, sambil membayangkan seandainya aku yang sedang menyetubuhinya. Aku merasa begitu asyiknya, hingga tidak tahu kalau pintu kamar sudah ada yang membuka. Aku terperanjat kaget melihat rekan putri dari pondokan lain, namanya Cindy, mahasiswi cantik di Fakultas Teknik, melihat aku dalam keadaan seperti ini. Aku tidak tahu mesti bersikap apa, hingga terlupa untuk menutupi senjataku yang masih berada di genggaman dan masih tegak menjulang. Aneh, Cindy tidak merasa kaget atau jengah. Perlahan dia mendekatiku, tangannya melepas earphone yang masih menggantung di telingaku.
“Niko…” bisiknya pelan di telingaku.
“Aku udah lihat kamu dari tadi begituan.” lanjutnya lagi sambil melirik ke arah monitor yang masih mempertontonkan adegan hot.
“Maaf ya, kalau aku ngintip kamu. Habis.. tadi aku ketuk-ketuk pintu, nggak ada yang denger. Terus aku buka aja pintunya. Eh, ternyata kamu lagi..” Cindy lantas memotong omongannya, sambil tersenyum manis banget.
Dia menatap aku tajam, matanya tampak erotis dan sensual. Aku terperangah, kaget dan tidak tahu mesti berbuat apa dan bagaimana. Tiba-tiba Cindy memelukku, bibirnya tergesa mengulum bibirku. Tangannya langsung memegang penisku yang sempat merunduk layu. Aku bingung, aku hanya bisa terdiam dengan jantung berdegup kencang. Tangan Cindy naik-turun, mengelus-elus hampir seluruh bagian penisku.
Lama kelamaan aku mulai merasa terangsang. Penisku mulai kembali tegak menegang. Secara reflek aku mendekap Cindy. Ada benjolan di dadanya yang terasa hangat. Lidahku mulai ikut andil bermain-main di dalam mulutnya. Degup jantung semakin tidak karuan, rasanya sudah mulai sesak untuk bernapas.
“Nik…” desah Cindy.
“Boleh aku kulum yang aku pegang ini?” bisiknya lembut di telingaku.
Aku tidak sempat menjawab iya atau tidak, tiba-tiba wajah Cindy sudah ada di antara pahaku. Lidahnya menjulur-julur, menjilati kepala penisku, sesekali ke bagian buah zakar. Penisku makin terasa menegang. Lalu Cindy mulai menghisap penisku, dari ujung hingga setengah batangnya, kepalanya bergerak turun naik. Penisku terasa menyumbat tenggorokannya, seolah ingin ditelan habis oleh Cindy. Aku hanya terpejam dan mengatur nafas saja. Adegan di komputer sudah sejak tadi usai. Bunyi angin dan derai hujan di luar masih saja terdengar dari kamar. Mendadak Cindy berdiri.
Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu,
“Niko… aku pingin..”
Lalu tanpa bersuara lagi, dia melepas semua yang dipakainya. Sekarang di hadapanku tersaji seorang cewek yang nyaris bugil. Tidak pernah sekalipun aku membayangkan akan melihat ia begini. Cindy, mahasiswi baik-baik yang aku kenal di lokasi KKN. Tubuhku bergeletar melihat Cindy dalam keadaan seperti ini. Lalu dia membuka bra-nya. Payudaranya yang menjulang, membuat tenggorokanku seperti sulit menelan ludah.
Payudaranya tidak terlalu besar, namun kelihatan begitu padat dan kenyal. Cindy lalu merebahkan diri di ranjang. Perlahan ia menurunkan celana dalamnya. Aku menatap bulu-bulu halus yang tipis dan teratur menyelimuti bibir kemaluannya yang kelihatan sembab memerah. Aku tidak tahan lagi, aku pun bergegas menelanjangi diriku juga. Pelan-pelan Cindy mengangkangkan kaki jenjangnya yang aku lihat begitu indah dan merangsang, matanya mengatup setengah terpejam.
“Nik, langsung aja ya… aku udah kepingin…” bisiknya memohon.
Aku mengangguk sambil menelan ludah. Aku melihat liang kemaluannya memerah dan sedikit berlendir, mungkin ia sudah terangsang sejak tadi. Lalu aku menuntun kepala penis ke bibir kemaluannya. Serta merta Cindy mendesah. Aku menggosokkan kepala penis ke kelentitnya. Cindy menggelinjang.
“Nik, masukin aja… ssh… yaahh…” Cindy memohon-mohon.
Penisku juga sudah makin menegang, pelan tapi pasti aku menuntun dan mendorong penisku menyelinap masuk di sela-sela bibir kemaluannya yang sudah terasa menghangat. Cindy mendesis panjang sewaktu kepala penis aku perlahan menyumbat liang vaginanya. Lalu saat batang penisku benar-benar masuk keseluruhannya, Cindy tersentak dan memekik lirih. Tubuhnya terasa menegang sesaat. Liang vagina Cindy terasa begitu sempit, entah mengapa. Aku mencoba menggerakkan pinggul perlahan agar penis aku dapat bergerak. Sedikit gerakan tersebut rupanya membuat Cindy kembali merintih. Sedikit demi sedikit gerakan tersebut aku perkuat diiringi rintihan lirih yang keluar dari bibir Cindy.
Lambat laun liang itu terasa melebar memberi tempat. Lalu aku mulai menggerakkan pinggul naik-turun agar penisku dapat leluasa berkubang di liang kemaluan Cindy yang mulai melicin. Perlahan tubuh Cindy terasa mengendur. Tidak lagi menegang, dan tidak ada lagi rintih kesakitan. Aku mulai merasakan kenikmatan yang berbeda, yang belum pernah aku rasakan dengan cewek-cewek yang pernah bersetubuh denganku. Sesekali aku menggoyangkan penis ke kiri dan ke kanan, keluar dan masuk lagi. Cindy melenguh pelan, nafasnya mulai terdengar memburu tak beraturan.
“Uuh… ayo Nik… sshh… aaahh… dalaamm… mhh… lagi…” desah Cindy.
Tangannya menggapai-gapai, sesekali meremas sprei yang sudah mulai berantakan. Aku mendengar bunyi kecipak-kecipak, sewaktu penisku keluar masuk menggesek dinding liang vaginanya yang terasa semakin hangat dan melembab. Gerakan penisku yang keluar masuk diimbangi Cindy dengan menggoyangkan pinggulnya. Otot perutnya menggelinjang naik dan turun.
Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu,
“Ssshh… iiyaahh… mmhh… iiyyaahh… terus, terus…” Cindy makin hebat menggelinjang.
Kepalanya bergoyang kesana kemari. Tanganku yang satu bergerak meremas payudaranya yang putingnya terasa mengeras dan melenting.
“Arrhhgg… aadduuh… sshh… Nik… mmhh… aaahh…” badan Cindy terasa gemetar.
Vaginanya berdenyut-denyut, Penisku serasa dikulum, dihisap-hisap. Gosokan penisku tidak lagi berirama, kadang cepat kadang pelan. Cindy merintih-rintih, tubuhnya yang polos mulai berkeringat. Lenguhan, desisan dan rintih kenikmatan silih berganti. Waktu pun terus berjalan, di luar desau angin di sela hujan menambah erotisnya suasana.
“Nikk… sshhh… adduhh…mmhhh… errgghh… akkhhu… sshh… mau kkeluar…” Cindy meringis.
Keningnya berkerut. Goyangan pinggul Cindy semakin menggila. Keringat semakin membanjir di tubuhnya yang menggelinjang hebat.
“Sabar Cind… Sedikit lagii… Bareng akhhkku…” jawabku sambil mengatupkan geraham erat-erat.
Serasa ada yang menyentak-nyentak di pangkal penisku. Aku juga semakin tidak bisa menahan. Aku membungkuk, lantas mengulum puting buah dada Cindy yang telah merah meranum. Cindy mendesis-desis, rambutku diremas-remas. Di luar, hujan terdengar makin deras ditingkahi suara kilat yang sesekali menggelegar.
“Niik… sshh… mmhh…” desah Cindy.
“Keluarinn di dalem aja yaahh… Akku… Pengennnhh sshh… ngge..rasaainnhh…” lanjut Cindy dengan kata-kata yang hampir tidak jelas terdengar.
Gosokan penisku makin bertubi-tubi, begitu cepat dan menggila. Cindy merintih-rintih. Ia sudah tidak sanggup menggoyangkan pinggulnya lagi mengikuti irama keluar-masuknya penis aku. Cindy hanya bisa mendesis-desis, menahan sesuatu yang rasanya sudah tidak lagi tertahankan. Penisku seolah diremas-remas oleh liang kemaluannya yang seolah terasa mengecil. Suara kilat di luar terdengar keras menyambar-nyambar, menimpali suara kecipak yang terdengar dari liang kemaluan Cindy yang semakin membasah.
“Mmhh… ahh… Niiik…” Cindy tak sanggup lagi mengeluarkan kata-kata.
Kedua kakinya telah dinaikkan ke atas pantat aku, sehingga hujaman demi hujaman penisku terasa semakin dalam menembus liang vaginanya. Aku merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Kenikmatan bersetubuh yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Detik demi detik yang berlalu aku nikmati dalam gairah yang begitu melenakan. Seolah aku sedang terbang menembus tumpukan awan, bersama seorang bidadari cantik dan menarik dengan tubuh indah dan menggairahkan seperti Cindy ini.
Gerakan penis yang melambat ketika aku terbawa kenikmatan tadi, akhirnya kembali cepat dan semakin tidak terkendali. Rintihan dan desis lirih Cindy, memicu hasratku untuk melakukan lebih cepat dan lebih kuat lagi. Tumbukan dan gesekan penisku kian bertubi-tubi. Cindy memelukku erat-erat, tubuhnya bergetar hebat. Ada rasa perih di punggung ketika secara tidak sadar kuku-kuku tangan Cindy mencakar dan mencengkeram punggung aku. Keningnya yang berpeluh tampak berkerut. Matanya terpicing erat.
Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu,
“Errghh… aaahh… Nikooo… sshh…” sekonyong-konyong tubuh Cindy menegang.
Sesaat penisku seperti terhimpit erat, lantas terguyur cairan hangat yang keluar dari dinding-dinding vagina Cindy yang tiba-tiba menyempit. Cindy pun merintih panjang. Bersamaan dengan rintihannya, aku sudah tidak sanggup menahan sesuatu yang ada di pangkal penisku lebih lama lagi. Seerrtt.. dari penisku menyembur deras cairan yang seperti tidak ada habis-habisnya mengalir. Pantatku terasa kejang. Cindy mendesah lirih, aku dipeluk erat sekali. Sesaat bibirku dan Cindy saling melumat. Hujan terdengar merintik, tidak sederas tadi. Aku dan Cindy terbaring telentang, masih terengah-engah menghela nafas.
“Nik… makasih ya…” kata Cindy yang tiba-tiba terbangun dan beranjak duduk. Lalu ia berdiri dan mengenakan semua bajunya kembali.
“Aku belum pernah ngerasain kayak gini” lanjutnya tersenyum penuh arti.
Aku kaget, lalu mataku menangkap sesuatu di sprei yang tampak berantakan dan kacau. Ada bercak merah di sana.
“Astaga, Cin… Kamu.. kamu masih perawan?” tanyaku terperanjat.
Jantungku langsung berdebar kencang. Cindy menutup bibir aku dengan jari tangannya. Dengan telunjuk di bibir, Cindy mengisyaratkan aku untuk tidak lagi berkata apa-apa.
“Aku pulang dulu ya. Nanti kalau lama-lama bisa ketahuan Pak kadus atau temen-temen, bisa berabe” kata Cindy sambil bangkit berdiri.
“Eh tapi, ehh… biar aku anter deh… Lagian kan masih ujan” sahutku cepat.
“Nggak usah Nik.. Sekarang kamu pakai baju dan celana kamu. Nanti kedinginan. Yuk Nik, aku pergi” Katanya lagi sambil keluar kamar.
“Tunggu Cin, tunggu!” kataku setengah berteriak.
Aku lalu mengenakan celana dan baju, dan mencoba menyusul Cindy. Sambil mengancingkan baju, aku melangkah keluar kamar hingga ke ruang depan. Saat aku melongok keluar pintu Cindy sudah tidak terlihat, ternyata Cindy sudah pergi meninggalkan pondokan.
Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu,
Baca Juga cerita sex lainya di www.cersex.win hot-hot bikin sange

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *